Senin, 19 November 2018

7 KEBIASAAN AGAR BERKONDISI BAIK

1. KEBIASAAN BERSYUKUR.
Bersyukur adalah kebalikan dari mengeluh. Dengan mengeluh, beban batin makin berat, batin makin tidak tenang, fokus hidup tertuju pada masalah-masalah, bukan pada upaya perbaikan. Jadi jangan hanya mengeluh. Hellen Keller yang terkenal itu, yang buta tuli sejak umur 2 thn, membuat pernyataan syukur sbb: "Aku bersyukur atas cacat yang kualami karena melalui cacatku ini aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku." Dengan bersyukur, bathin lebih tenang, fokus hidup tertuju pada upaya-upaya perbaikan, agar nasib jadi lebih baik.

2. KEBIASAAN BERPIKIR POSITIF.
Berpikir negatif sebagai antisipasi adalah sesungguhnya berpikir positif karena sejak awal ditujukan untuk kepositifan. Sedangkan berpikir negatif berawal dan berujung kenegatifan. Pikiran itu seperti tanah. Positif atau negatif itu seperti benih. Menanam benih positif pada pikiran menghasilkan ucapan dan tindakan positif, yang berlanjut pada kebiasaan-kebiasaan positif, karakter positif dan nasib positif.

3. KEBIASAAN BEREMPATI.
Berempati adalah kebalikan dari keegoisan. Biasakan menempatkan diri pada posisi orang lain, belajar melakukan apa yang anda ingin orang lain lakukan kepada anda, maka nasib baik lebih mudah hadir pada anda.

4. KEBIASAAN MENDAHULUKAN YANG PENTING.
Jangan biarkan diri terjebak pada hal-hal tidak penting, sehingga hal-hal penting terabaikan. Kebiasaan mendahulukan yang penting membuat hidup lebih efektif dan produktif sehingga memberi peluang lebih besar nasib baik terjadi.

5. KEBIASAAN BERTINDAK.
Banyak orang bermimpi, tapi tidak bertindak. Orang-orang sukses bertindak, bahkan berkali-kali sebelum mereka sukses. Tak akan ada hasil tanpa tindakan. Dengan bertindak, nasib baik lebih berpeluang besar terjadi dalam hidup.

6. KEBIASAAN MENABUR KEBAIKAN
Prinsip tabur tuai berlaku dalam kehidupan. Jika tidak ingin menuai keburukan, tabur kebaikan. Jika ingin nasib baik, tabur kebaikan.

7. KEBIASAAN JUJUR
Dengan jujur pada diri sendiri dan orang lain, hidup lebih nyaman dan dipenuhi kebaikan. Kalaupun kebaikan belum datang, nasib baik belum datang, namun musibah sudah menjauh.

Jumat, 16 November 2018

HAL KECIL, YANG DIBIASAKAN MENJADI SEBUAH KEPEDULIAN


Kisah berikut ini adalah tentang apa yang terjadi di rumah tangga. . .

Seorang putra tidak suka tinggal di rumah, karena Ayah dan Ibunya selalu ‘ngomel’; ia tak suka bila Ayahnya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini. . .

"Nak,  kalau keluar kamar matikan kipas anginnya."

“Matikan TV, jangan biarkan hidup tapi tak ada yang menonton.

“Simpan pena di tempatnya,  yang jatuh ke kolong meja ”

Tiap hari dia harus ta'at pada hal-hal ini sejak kecil, saat bersama keluarga di rumah.

Maka tibalah hari ini, saat dia menerima panggilan untuk wawancara kerja. . .

“Dalam hati dia berkata: "Begitu  mendapat pekerjaan, saya akan sewa rumah sendiri. Tidak akan ada lagi omelan Ibu dan Ayah," begitu pikirnya.

Ketika hendak pergi untuk interview, Ayahnya berpesan:
“Nak, jawablah pertanyaan yang diajukan tanpa ragu-ragu.
Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, katakan sejujurnya dengan percaya diri. . .” Ayahnya memberinya uang lebih banyak dari ongkos yang dibutuhkan untuk menghadiri wawancara. . .

Setiba di pusat wawancara, diperhatikannya bahwa tidak ada penjaga keamanan di gerbang. Meskipun pintunya terbuka, grendelnya menonjol keluar, dan bisa membuat yang lewat pintu itu menabrak atau bajunya tersangkut grendel
Dia geser grendel ke posisi yang benar, menutup pintu dan
masuk menuju kantor.

Di kedua sisi jalan dia lihat tanaman bunga yang indah. Tapi ada air mengalir dari selang dan tidak ada seorang pun disekitar situ. Air meluap ke jalan setapak.
Diangkatnya selang dan diletakkannya di dekat salah satu tanaman dan melanjutkan kembali langkahnya.

Tak ada seorang pun di area Resepsionis. Namun, ada petunjuk bahwa wawancara di lantai dua. . . Dia perlahan menaiki tangga.

Lampu yang dinyalakan semalam masih menyala, padahal sudah pukul 10 pagi. Peringatan Ayahnya terngiang di telinganya: "Mengapa kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu !" Dia merasa agak jengkel oleh pikiran itu, namun dia tetap mencari saklar dan mematikan lampu.

Di lantai atas di aula besar dia lihat banyak calon duduk menunggu giliran.
Melihat banyaknya pelamar, dia bertanya-tanya, apakah masih ada peluang baginya untuk diterima ?

Diapun menuju aula dengan sedikit gentar dan menginjak karpet dekat pintu bertuliskan "Selamat Datang" .
Diperhatikannya bahwa karpet itu terbalik. Spontan saja dia betulkan, walau dengan sedikit kesal.

Dilihatnya di beberapa baris di depan banyak yang menunggu giliran, sedangkan barisan belakang kosong,
Terdengar suara kipas angin, Dimatikanya kipas yang tidak dimanfaatkan dan duduk di salah satu kursi yang kosong. . .

Banyak pria memasuki ruang wawancara dan segera pergi dari pintu lain. Sehingga tidak mungkin ada yang bisa menebak apa yang ditanyakan dalam wawancara.

Tibalah gilirannya, Dia masuk dan berdiri di hadapan pewawancara dengan agak gemetar dan pesimis. . .

Sesampainya di depan meja,  pewawancara langsung mengambil sertifikat, dan tanpa bertanya langsung berkata "Kapan Anda bisa mulai bekerja ?"

Dia terkejut dan berpikir, "apakah ini pertanyaan jebakan, atau tanda bahwa telah diterima untuk bekerja disitu ?"
Dia bingung.

Apa yang Anda pikirkan ?" tanya sang Boss lalu melanjutkan: "Kami tidak mengajukan pertanyaan kepada siapa pun di sini.
Sebab hanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan, kami tak akan dapat menilai siapa pun.
Tes kami adalah untuk menilai sikap orang tersebut. . .
Kami melakukan tes tertentu berdasarkan sikap para calon. . .

Kami mengamati setiap orang melalui CCTV, apa saja yang dilakukannya ketika melihat  grendel di pintu, selang air yang mengalir, keset "selamat datang", yang terbalik, kipas atau lampu yang tak perlu. . .

Anda satu-satunya yang melakukan. Itu sebabnya kami memutuskan untuk memilih Anda ”

Hatinya terharu, dia ingat Ayahnya. . .
Dia yang selalu merasa jengkel terhadap disiplin dan omelan Ibu dan Ayahnya. Kini dia  menyadari bahwa justru omelan dan disiplin yang ditanamkan orang tuanyalah yang membuatnya diterima pada perusahaan yang diinginkannya. . .
Kekesalan dan kemarahan pada Ayahnya seketika sirna. . .

. . . hanya Anda satu-satunya yang melakukan apa yang kami harapkan dari seorang Manajer, maka kami putuskan menerima Anda bekerja disini. . .

Ayah, ma'afkan anakmu,  bisiknya dalam hati penuh rasa haru dan bersyukur.

Dia akan minta maaf kepada Ayahnya, dia akan ajak Ayahnya melihat tempat kerjanya. . .
Dia pulang ke rumah dengan bahagia. . .

Apapun yang orang tua katakan pada anaknya, adalah demi kebaikan anak-anak itu sendiri, untuk menyiapkan masa depan yang baik !

"Batu karang tidak akan menjadi patung yang indah bernilai tinggi, jika tidak dapat menahan rasa sakit saat pahat bekerja memotongnya".

Untuk menjadi pribadi  yang indah, kita perlu menerima dan mematuhi nasehat yang baik.
Kebiasaan baik akan muncul dari perilaku buruk yang dipahat dan dibuang dari diri kita. . .

Ibu menggendong anak di pinggangnya untuk memeluk, memberi makan dan untuk membuatnya tidur. . .

Tetapi Ayah mengangkat anak dan mendudukkan di pundaknya untuk membuatnya melihat dunia yang tidak bisa dilihat anaknya. . .

Ayah dan Ibu adalah pahlawan
yang kasih sayangnya, seperti layaknya guru yang mendampingi anak didiknya sepanjang kehidupan. . .

Perlakukanlah orang tua sebaik-
baiknya, agar jadi contoh dan bimbingan dari generasi ke generasi, yang menerima estafet kehidupan. . .

*untuk dibagikan ke orang tua dan anak-anak tercinta. . .
Semoga bermanfaat

Selasa, 06 November 2018

FROM GREAT PERFORMER TO GREAT LEADER

(Belajar dari Freddie Mercury dan Queen)

Minggu lalu saya sempat menonton film “Bohemian Rhapsody” bersama belasan sahabat saya. Menarik dan menyenangkan sekali melihat film bersama teman yang seusia (kami dulu pernah kuliah bersama di ITB angkatan 1986), dan mempunyai selera musik yang sama. Kami begitu excited bahkan kami menyablon kaos bertuliskan Queen. Kebayang betapa semangatnya kami pada saat film itu menampilkan replika concert concert Live-Aid Wimbledon 1985 (yang dihadiri 70,000 orang) di Imax theatre! A great experience.

Film itu sendiri membahas tentang Queen, band yang mendunia di masa lalu, dengan  lead vocalnya, Freddie Mercury (lahir sebagai Farrokh Bulsara). Di situ terlihat betapa dominannya peran seorang Freddie Mercury, sehingga fans pun mulai confused apakah mereka sebenarnya mencintai Queen atau mencintai Freddie Mercury. Bahkan akhirnya Freddie Mercury pun sempat membuat beberapa solo album. Puncaknya adalah pada saat akhirnya Freddie Mercury meninggal dunia, Queen pun mulai kehilangan rohnya , dan kharismanya pun meredup perlahan-lahan.

Ternyata banyak organisasi seperti itu. Real Madrid baru saja terpuruk setelah ditinggalkan Ronaldo ke Juventus. Manchester United sedang terseok-seok di papan tengah setelah ditinggalkan Alex Fergusson yang pensiun.

Dan sebenarnya hal yang sama terjadi di dunia bisnis.
GE performance turun sejak kehilangan Jack Welch. Nokia kehilangan rohnya sejak Jorma Ollila turun tahta.
Apple sedang diuji apakah mereka akan terus sukses semenjak ditinggalkan Steve Jobs. Dan Alibaba akan diuji karena Jack Ma baru saja mengumumkan bahwa dia turun tahta.

Jangan-jangan hal yang sama sedang terjadi pada anda dan tim yang anda pimpin.
Hal ini sering terjadi karena memang “menjadi leader itu ternyata berat” (biar aku saja, kata Dilan, he..he..he).
Pada saat anda (dan tim anda perform) semua orang sering terpukau dan kagum kepada anda (sebagai leadernya). Banyak yang lupa bahwa tanpa peran teamnya , seorang leader (sepinter apapun dia), tidak akan mampu berbuat apa-apa. Seperti halnya Jacky Chan yang tak akan mampu beracting (tanpa puluhan stunt man-nya).
Sindroma ini pun dialami oleh Queen. Seharusnya mereka benar-benar menjadi sebuah tim yang solid dan tidak bergantung hanya kepada Freddie Mercury.
Mestinya they rely to everybody in the team, and consider them as equally important.

Well, good bye Queen. Kami masih mendengarkan lagu-lagu kalian, tetapi tak akan ada lagi lagu baru yang kalian ciptakan atau kalian luncurkan.
Leadernya Queen, Nokia, Manchester United, Real Madrid, GE, adalah contoh-contoh leader yang tidak mampu mengubah phenomena “great performer” menjadi “great leader”.
Pada saat anda menjadi leader, fokusnya bukan pada anda, fokusnya pada team anda dan organiasasi anda.

Anda tidak akan selamanya berada di team itu (atau di organisasi itu). Apakah anda rela bahwa waktu anda tidak ada di situ lagi, kemudian teamnya (atau organisasinya) akan runtuh berantakan?
Credibility anda sebagai leader tidak hanya ditentukan pada saat anda masih memimpin, tetapi juga pada saat anda tidak ada di situ lagi.
Apakah anda menyiapkan sistem yang kokoh? Apakah anda mendidik calon pengganti anda? Dan apakah anda memastikan bahwa semuanya akan berjalan dengan baik setelah anda tidak di situ lagi?

Tanggung jawab seorang leader bukan hanya untuk mengembangkan bisnisnya, tetapi juga untuk mengembangkan teamnya. Dua-duanya sama penting!

Berarti sudah saatnya kita semua mengembangkan diri kita dari hanya sekedar “great individu”, menjadi “great leader”.
How to do it? Lets follow the recommendation bellow....

a) REDUCE YOUR EGO
First thing first, kurangi ego anda. Sebagai seorang leader anda tidak menjadikan kesuksesan anda pribadi sebagai yang paling penting. Yang paling penting adalah kesuksesan tim anda dan  kesuksesan bisnis anda. Jangan khawatir, nanti kesuksesan anda akan datang sendiri setelah kedua hal itu terjadi.

b) FIND COMMON PURPOSE
Temukan purpose yang sama. Temukan objective yang sama. Yang akan membuat tim anda selalu bersama sama dalam suka maupun duka. Tetap bertahan meskipun banyak tantangan dan hambatan, karena ada sesuatu yang akan dicapai bersama di balik masa-masa sulit itu.

c) IDENTIFY THE COMPLEMENTARY SKILLS SET

Catat skills yang dimiliki oleh setiap team member. Idealnya skills set para team member itu saling melengkapi. Jadi memang team itu mengandalkan kemampuan setiap anggota karena keunikan mereka masing-masing. Di sinilah kita saling menghargai karena kemampuan setiap anggota yang tidak dimiliki oleh anggota yang lain.

d) IDENTIFY YOUR POTENTIAL SUCCESSORS, DEVELOP THEM

Evaluasi mereka , tentukan siapa yang akan bisa menggantikan anda. Kembangkan , didik , latih dan jadilah coach yang baik bagi mereka.
Ingat pada saat anda individual performer anda dilihat dari performance anda. Pada saat anda menjadi leader, anda dilihat dari performance bisnis dan kemampuan anda mengembangkan tim anda.

e) CELEBRATE EVERY SINGLE SUCCESS
Last but not least, jangan lupa , celebrate every single success together. Jangan tunggu sampai akhir perjalanan, masih terlalu panjang.
Make every quick win counts, celebrate with them.

Jadi ingat ya, to transform ourselves from a great performer to a great leader, lets consider implementing the 5 steps bellow:

a) REDUCE YOUR EGO
b) FIND COMMON PURPOSE
c) IDENTIFY THE COMPLEMENTARY SKILLS SET
d) IDENTIFY YOUR POTENTIAL SUCCESSORS, DEVELOP THEM
e) CELEBRATE EVERY SINGLE SUCCESS


Salam Hangat

Copas dari kiriman HRD Division Head pagi ini

Jumat, 26 Oktober 2018

BILA ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KITA LAGI

Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia. 
Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak. 
Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan dan harta.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan mengejar karir, pangkat dan jabatan.
Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan. 
Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah Subhana Wa Ta'alla dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi, Tentu mereka akan memilih untuk memperbanyak amal ibadah. 
Sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia, yang sudah jelas-jelas tidak bisa dibawa mati. Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah, beramal dan beribadah kepada Allah. 
Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, mobil mewah. 
Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu agama orang lain lebih dari kita. Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita. Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah. Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain setiap hari sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah kita. 
Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain ganti kendaraan dengan yang lebih mewah. Kita cemburu apabila melihat orang lain bisa setiap tahun liburan. Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain bergelimang harta, tahta dan Wanita. Cemburu karena dia bisa jadi gubernur, bupati ataupun Walikota. Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al'Quran sebulan dua kali. kita jarang cemburu apabila melihat mualaf yang Faham isi AlQur'an. Kita jarang cemburu apabila melihat orang lain berbuat untuk menegakkan Akidah Islam. Kita jarang cemburu kepada orang yang berjihad di jalan Allah. Kita jarang cemburu kepada orang yang mewakafkan dirinya dan semua Hartanya dijalan Allah. Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin, tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita. Maka panggilan Illahi makin bertambah dekat. Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. 
Karena Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di akhirat. 
Sesungguhnya MATI itu PASTI... 
ALAM KUBUR itu BENAR... 
HISAB itu BENAR... 
MAHSYAR ALLAH itu BENAR... 
SYURGA dan NERAKA itu BENAR... 

Penyesalan itu selalu terlambat... 
Menunda Taubat menunggu usia Tua... Itupun kalau masih sempat... Sebab syarat MATI ngak harus tua, ngak harus sakit ... 
Penyelesaian masalah hidup adalah melalui iman dan amal. 
Iman sebesar zarrah pun, Allah muliakan dgn syurga 100x dunia" 
Lalu mengapa kita tak mau menambah bekal hidup kita dengan Iman, Ibadah dan Amalan baik...??? Mudah-mudahan hidup kita selamat di dunia dan Akhirat dan selalu bermanfaat untuk Ummat dan kita termasuk orang-orang yang Allah ridhoi, untuk masuk ke syurgaNya

 آمـــــين يا ربّ العالمــين Ditulis oleh Ustadz Maududi Abdullah, Lc, hafizhahullah
10:47

Senin, 12 September 2011

LUBUK ALAI atau LUBUAK ALAI

LUBUK ALAI  atau LUBUAK ALAI



GAMBARAN UMUM KONDISI NAGARI
2.1.      Sejarah Nagari / Desa
2.1.1.   Asal-usul penduduk Nagari Lubuk Alai  
Pada awal mulanya Nagari Lubuk Alai telah dihuni oleh sekelompok masyarakat dibawah kepemimpinan Dt Sati yang pandamnya berada di Jorong Koto Tinggi orang inilah yang merupakan penduduk asli Nagari Lubuk Alai .
Kemudian datanglah Penduduk Dari Nagari Mahat Dt Bandaro yang ingin mengembangkan wilayahnya , tapi setibanya di Nagari Lubuk Alai mendapat perlawanan dari pihak Dt Sati sehingga timbul perseteruan yang menimbulkan korban jiwa kemudian  akhirnya dimenangkan oleh Dt Bandaro dari Mahat .
Akibat dari kalahnya Dt Sati beliau mengunsi atau mundur ke Gunung Bungsu Muara Takus dan Dt Bandaro dapat menguasai Nagari Lubuk Alai pada waktu itu

Kemudian Dt Bandaro mulai membenahi Nagari dimana pihak Dt Bandaro ini berasal dari Dua Suku yaitu Suku Piliang dan Suku Kampai , hal ini dapat dibuktikan sekarang dimana ada sawah orang Kampai disitu ada sawah orang Piliang .
Akhirnya orang orang ini terus berjuang mempertahankan dan mengembangkan nagari setelah itu mulailah datang penduduk dari Mahat dan daerah lainya.
Setelah itu mulailah orang merambah / manaruko tanah Nagari Lubuk Alai nan lereng di jadikan ladang kok nan data dijadikan sawah ( yang miring jadikan ladang yang datar jadikan sawah ) .

            Dengan berkembangbiaknya penduduk yang semakin berkembang akhirnya seluruh suku yang ada bersepakat untuk mendirikan adat diNagari Lubuk Alai dengan membuat 4 Suku yaitu :
  1. Suku Piliang dipimpin oleh Dt Intan Majo
  2. Suku Kampai dipimpin oleh Dt Jalelo
  3. Suku Domo dipimpin oleh Dt Pakomo / Mangkuto
  4. Suku Pitopang dipimpin oleh Dt Gindo Marajo

Disimmpulkanlah Penduduk Nagari Lubuk Alai berasal dari Niniek Nan Barampek yaitu :
  1. Dt. Bandaro dari Mahat
  2. Dt Niniek dari Muara Takus
  3. Dt Rajo Indo dari Padang lowe
  4. Dt Siri dari Mungka

2.1.2     Sejarah Nama Nagari
  1. Nenek moyang Nagari ini mula mula menginjakkan kakinya di Nagari ini ada menemukan tanaman Alai di Lubuak Pingiran sungai yang ada dekat Nagari yang akhirnya mereka bertanya Nagari apa yang kita namakan nagari kita akhirnya salah satu dari mereka menjawab  Lubuk Alai .

  1. Dari Kata Lubuak Alai ini diambil karena Nagari ini dilingkari oleh Lubuk / sungai Batang Kapur dan Alai diambil dari nama tumbuhan Alai yang berada dipingiran sungai tersebut , karena susahnya mungkin nenek moyang kami memikirkan Lubuk akhirnya mereka sepakat Lubuk Alai .

Pada mulanya Jorong di nagari Lubuk Alai hanya 4 Jorong  sesuai perkembangan zaman akhirnya menjadi 6 jorong yaitu ;
  1. Jorong Sei Dua Anau
  2. Jorong Balai Tangah
  3. Jorong Rumbai
  4. Jorong Koto Tinggi
  5. Jorong Suka Karya ( dimekarkan tahun 1977 )
  6. Jorong Alai Baru ( dimekarkan tahun 1987 )

Jumlah suku yang ada diNagari Lubuk Alai ada sebanyak 6 Suku
  1. Suku Kampai
  2. Suku Domo
  3. Suku Piliang
  4. Suku Pitopang
  5. Suku Melayu Tolang
  6. Suku Kampai Melayu

            Masing masing Suku dikepalai oleh Mamak Pisoko dan Soko dari suku nan 6 tersebut       mempunyai Ninik Mamak sebanyak 10 orang yaitu :

  1. Dt. Jalelo  dari suku Kampai
  2. Dt. Mangkuto Majo dari suku Domo
  3. Dt. Manggung dari suku Domo
  4. Dt. Gindo Marajo dari suku Pitopang
  5. Dt. Simajo dari suku Melayu Tolang
  6. Dt. Samadirajo dari suku Melayu Talang
  7. Dt. Jaindo dari suku Caniago
  8. Dt. Intan Majo dari suku Piliang
  9. Dt Angkat dari suku Kampai Melayu
10.  Dt. Besar dari suku Piliang

Dari ninik mamak yang sepuluh tersebut dipimpin oleh seorang Dt Pucuak Adat yang sekarang dijabat oleh Dt besar sekaligus Ketua Kerapatan Adat Nagari Lubuk Alai.


2.1.3  Sejarah Pemerintahan Nagari

Pada tahun 1890 yang bisa diingat mulainya masa Pemerintahan Nagari Lubuk Alai dipimpin oleh seorang Wali Nagari yang bernama H. Mudo Bansurat .

Dimana Pemerintahan Wali ini sampai tahun 1982 , karena sistim dari Pusat yang berubah Nagari berubah menjadi Desa dengan Pimpinan bernama Kepala Desa dan Jorong menjadi Dusun sampai tahun 2001.

Pada tahun 2001 terjadi perobahan Pemerintahan dari Desa kembali ke Nagari sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 01 Tahun 2001 . Untuk nagari Lubuk Alai tidak ada pengabungan desa dan tetap satu desa satu nagari .

 DAFTAR NAMA-NAMA PEMIMPIN NAGARI LUBUK ALAI DARI TAHUN 1890 SAMPAI SEKARANG

1 H.MUDO BANSURAT
1890 - 1927
DATUK PALO
2   SUDIN
1928 - 1938
DATUK PALO
3   B.GONDE
1939 - 1940
DATUK PALO
4   BUNTAT
1941 - 1945
DATUK PALO
5   M.RASUL
1946 - 1947
WALI NAGARI
6  JAOLI DT.ANGKAT
1948 - 1949
WALI NAGARI
7   M.RASUL
1950 - 1959
WALI NAGARI
8   ZAKARIA
1959 - 1961
WALI NAGARI
9   MUNIR.KH
1962 - 1969
WALI NAGARI
10   NURIN
1970 - 1975
WALI NAGARI
11   KHAIDIR
1976 - 1980
WALI NAGARI
12  TULAH DT.R.LELO
1981 - 1982
WALI NAGARI
13   SYAHRIAL
1983 - 1990
KEPALA DESA
14   MAKMUR.S
1991 - 1999
KEPALA DESA
15  IRMANTEDI
1999 - 2000
KEPALA DESA
16  IRMANTEDI
2001 - 2006
WALI NAGARI
17   DIRUS
2006 - 2008
WALI NAGARI
18   YUSARMAN
2008 - 2014
WALI NAGARI


2.2 .  Demografi

1 Luas wilayah    :  10.300 Ha  
2 Jumlah Jorong  : 6 (Enam)
1) Jorong Sei Dua Anau Luas :      670 Ha
2) Jorong Rumbai           Luas :  2.500 Ha
3) Jorong Balai Tangah  Luas :      300 Ha
4) Jorong Koto Tinggi    Luas :  3.000 Ha
5.) Jorong Suka Karya    Luas :  2.000 Ha
6.  Jorong Alai Baru        Luas :  2.130 Ha


3) Dusun Jetis

3.  Batas wilayah :
a. Utara         :   XIII Koto Kampar  Prop Riau
b. Selatan      :   Nagari Koto Lamo
c. Barat         :   Nagari Muara Paiti
d. Timur       :    Nagari Gunung Malintang Kec Pangkalan

4. Topografi
a.  Luas kemiringan lahan (rata-rata)
1.   Datar  6.000    Ha
b.  Ketinggian di atas permukaan laut (rata-rata)   170 m

5. Hidrologi :
Irigasi berpengairan tehnis
  
6. Klimatologi :
a.   Suhu      27 – 32 °C
b.  Curah Hujan    2000/3000 mm
c.   Kelembaban udara
d.   Kecepatan angin

7. Luas lahan pertanian/ perkebunan
a.   Kebun Karet                   :      2.500 Ha
b.   Kebun Gambir                :      5.000 Ha
c.   Sawah tertinggal             :         100 Ha

8. Luas lahan pemukiman / rumah masyarakat           :   76,75  Ha
  1. a.       Jr Sei dua anau            :             6  Ha
  2. b.      Jr. Balai Tangah          :             5  Ha
  3. c.       Jr. Rumbai                   :           13,8  Ha
  4. d.      Jr. Koto Tinggi            :           20  Ha
  5. e.       Jr. Suka Karya             :           10,7  Ha
  6. f.       Jr. Alai Baru                :           21,25  Ha
SUMBER : 
http://www.facebook.com/groups/134514321853/doc/10150287203716854/

http://www.facebook.com/groups/195858460437782/

 

Kamis, 07 April 2011

ingin merubah dunia, ubalah diri anda sendiri dengan "djitu"

Jika menyebut nama besar Martha Tilaar, sosok yang akan Anda temukan pertama kalinya adalah pengusaha perempuan yang ramah, istri dan ibu empat anak yang penuh kasih, dengan penampilan yang masih segar di usia 74 tahun. Selanjutnya, Anda akan melihat sosok perempuan "djitu" yang sukses dengan berbagai pencapaian dan kontribusi yang diakui di skala nasional maupun internasional. Takkan cukup waktu membedah deretan prestasi yang diraihnya, baik sebagai pribadi maupun korporasi. Martha, bersama keluarga, terbukti mumpuni dengan fokus menjalani bisnis kecantikan Martha Tilaar Group sejak 41 tahun silam.

Bisnis keluarga yang konsisten bergerak di bidang kecantikan dan perawatan tubuh ini dibangun dengan mimpi sederhana. "Saya pulang dari Amerika, dengan gelar beautician, ingin mempercantik perempuan Indonesia dan dunia. Almarhum ayah saya bilang, have a big dream and start small. Jika ingin mengubah dunia, ubahlah diri sendiri lebih dahulu. Jangan mengeluh dan jangan menyalahkan orangtua karena tak punya banyak uang. Saya punya mimpi besar namun tak punya cukup uang. Namun, saya berpikir bagaimana caranya mengubah diri sendiri untuk mewujudkan mimpi," tutur Dr Martha Tilaar saat bincang-bincang bersama Kompas.com di kantor dan pabrik miliknya di Pulo Gadung, Jakarta, Kamis (17/2/2011) lalu.


Manusia "djitu"
Cara mengubah diri adalah dengan menjadi manusia "djitu", kata perempuan yang memiliki latar belakang profesi sebagai guru ini. Prinsip "djitu" inilah yang menjadi fondasi Martha Tilaar dalam mewujudkan mimpinya mengelola bisnis kecantikan. Sepulang merantau mengambil kuliah kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, dan bekerja di Campes Beauty Salon, Indiana University, Amerika, pada 1970, Martha Tilaar memantapkan hati merintis bisnis dari salon kecil yang diberi nama Martha Salon.

"Djitu", jelasnya, adalah disiplin, jujur, iman atau saat ini lebih relevan diartikan sebagai inovasi, tekun, dan ulet. "Disiplin dengan selalu menepati waktu, jujur, inovatif proaktif dengan mengejar pola dan jangan menunggu pola, tekun dengan selalu bersikap fokus, ulet dengan bekerja keras serta berkomitmen dan gigih untuk terus menggali lagi pekerjaan yang belum selesai," ujar perempuan kelahiran Kebumen, 4 September 1937 ini.

Terbukti, dengan mengaplikasikan "djitu", Martha Tilaar berhasil mengembangkan perusahaan kosmetika dan perawatan tubuh ternama yang dirintisnya dari garasi rumah. "Setelah memulai salon kecil di rumah, teman bapak saya menitipkan rumah yang kemudian saya jadikan salon kedua yang jauh lebih besar dari yang ada di garasi rumah. Dalam setahun, saya bisa membeli sebuah rumah lagi untuk mengembangkan Martha Salon. Ini semua akibat dari menjadi manusia 'djitu' dan trust," lanjut istri Prof Dr Henry Alexis Rudolf Tilaar itu.

Martha Salon yang awalnya hanya berukuran 4 x 6 meter, semakin berkembang dengan banyak cabang. Salon milik Martha menjangkau pasar lebih besar berkat promosi dari mulut ke mulut, juga dengan brosur yang dititipkan melalui loper koran. Sejalan dengan itu, sekolah kecantikan Puspita Martha tak kalah pesat perkembangannya.
"Juga karena trust, saya mendapatkan pinjaman uang untuk memperbesar sekolah kecantikan," tutur Martha yang menikmati suntikan dana senilai Rp 172 juta di era 80-an untuk membangun Puspita Martha. Sejak awal merintis bisnis, Martha Tilaar terbukti konsisten dengan misinya, bahwa kecantikan perempuan tak semata fisik saja, namun juga menambah wawasan dan keterampilan melalui pendidikan.

Siapa menyangka, mimpi besar Martha Tilaar membangun bisnis kecantikan terwujud dari dana yang serba minim. Untuk menyiasati minimnya kondisi keuangan pada awal pendirian usaha, Martha bersinergi bersama keluarga. "Ayah saya bilang, saya punya mimpi besar namun tidak punya uang. Akhirnya, keluarga bergotong royong membangun mimpi ini," tuturnya.
Seluruh anggota keluarga kemudian membagi porsi modal. "Adik saya 30 persen, adik saya yang satunya 10 persen, saya dan ayah masing-masing 30 persen," lanjutnya.

Riset pasar
Setelah kendala modal terselesaikan, muncul lagi tantangan berikutnya. Bagaimana menggunakan modal seadanya ini agar tepat guna. "Saya membaca pesaing, yakni salon yang sudah ada saat itu. Uang saya sedikit, jadi harus bisa menggunakannya dengan baik agar tak terpakai untuk hal yang aneh-aneh," tuturnya sederhana. Kunci sukses Martha dalam memulai bisnisnya adalah mencipta konsep bisnis yang unik dan berbeda. "Yang berbeda itu yang laku," kata lulusan Jurusan Sejarah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta tahun 1963 ini.

Alhasil, dengan dana terbatas namun dikuatkan oleh riset, Martha Salon berdiri di Jalan Dr Kusumaatmaja Jakarta. "Yang saya lakukan adalah membeli hot and cold water, air conditioner dan generator. Meski salon hanya berukuran 4 x 6 meter di garasi rumah, tetapi saya memiliki konsep yang berbeda. Furnitur saat itu menggunakan bambu, karena saya tidak punya cukup uang," kisah Martha.
Meski berukuran mini, Martha Salon hadir berbeda di zamannya. Di era 70-an hanya salon berkelas di Hotel Indonesia yang dilengkapi perlengkapan mewah seperti pendingin ruangan. Bahkan, sejumlah salon ternama di zaman itu tak punya fasilitas yang bikin suasana nyaman. Tak heran jika semakin banyak pelanggan yang kebanyakan adalah para ibu duta besar yang betah berlama-lama di Salon Martha.

Melestarikan kearifan lokal
"Local Wisdom Go Global" menjadi misi Martha Tilaar Group yang terilhami dari petuah leluhur. "Eyang adalah mahaguru bagi saya. Beliau bilang jika ingin berusaha dan menggunakan tanaman, maka harus menanam kembali. Jika ingin sukses bisnis maka harus berbagi. "Tri Hita Karana", juga harus diterapkan. Bahwa hubungan harus harmonis antara manusia dengan pencipta, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan," tutur Martha, menambahkan sejak awal berdirinya perusahaan, kearifan lokal konsisten dijalankan.

Produk kosmetika maupun perawatan tubuh dan spa yang dihasilkan dari pabrik Martha Tilaar Group punya pertanggungjawaban terhadap konsumen. "Riset dan pengembangan produk selalu memerhatikan lingkungan. Gerakan menaman kembali dijalankan melalui Kampoeng Djamoe, yang juga menjadi wadah melatih petani secara gratis, dan pusat tanaman organik," katanya.

Empat pilar Martha Tilaar Group, Beauty Education, Beauty Culture, Beauty Green, Empowering Women adalah juga penerjemahan dari konsep berbagi dan keseimbangan yang melandasi bisnis kecantikan ini. "Sejak awal saya ingin melestarikan budaya, kekayaan alam, untuk mempercantik perempuan Indonesia lahir dan batin," kata Martha yang menilai pelestarian kearifan lokal sebagai kunci keberhasilan bisnis kecantikan miliknya.

Meski mengaku masih mengimpor bahan baku kosmetik dekoratif, Martha juga mengandalkan riset dan pengembangan produk dari bahan baku lokal. Produk skin care, body care spa, hair care berasal dari bahan baku lokal, katanya. Seperti ekstrak beras untuk menciptakan produk perawatan rambut, atau buah langsat untuk produk pemutihan kulit.
Belajar dari "dukun" juga dilakoni Martha untuk melestarikan produk lokal. "Saya melakukan riset dengan mendatangi dukun untuk menyalin resep tradisional yang mereka gunakan, seperti jamu yang bisa diberikan kepada perempuan usai persalinan. Orang menganggap saya mistik, namun saya lebih melihatnya sebagai riset untuk menggali kekayaan budaya bangsa. Suami saya mendukung penuh riset yang saya lakukan. Katanya, jika satu dukun meninggal, satu perpustakaan terbakar," tutur Martha yang bersuamikan profesor pendidikan.

Mengandalkan kekuatan riset dan 37 peneliti di Martha Tilaar's Innovation Center (MTIC), Martha sukses memproduksi merek kosmetika, perawatan tubuh, spa, dan jamu yang dikenal hingga mancanegara. Sebut saja Sariayu, Caring, Belia, Rudy Hadisuwarno Cosmetics, Biokos, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic, Jamu Garden, dan Dewi Sri Spa. Sebagai korporasi, Martha Tilaar Group juga berhasil meraih ISO 9001, ISO 14000, dan Sertifikasi GMP di Asia pada 1996.

Prinsip berbagi yang melandasi bisnis kecantikan Martha Tilaar diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan, terutama bagi perempuan. Maklum, 70 persen dari 5.000 karyawan Martha Tilaar Group adalah perempuan. Tak sedikit di antara kaum hawa ini yang mendapatkan kesempatan belajar dan sekolah cuma-cuma untuk mengembangkan dirinya. Mulai pekerja di ranah rumah tangganya hingga ahli seperti peneliti di perusahaannya. Martha tak sungkan mengirim peneliti belajar etnobotany ke Perancis dan medical antropology di Leiden, Belanda. "Pendekatan sains dibutuhkan untuk mengembangkan produk lokal," katanya.

Fokus
Satu lagi kunci sukses bisnis Martha Tilaar, fokus pada satu bidang, yakni kecantikan. "Saya mulai bisnis dari salon, lalu sekolah, pabrik, distribusi yang semuanya bergerak di bidang kecantikan," ujar ibu dari Bryan David Emil Tilaar, Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Maharani Tilaar, dan Kilala Esra Tilaar.

Konsistensi yang terjaga sejak awal bermimpi mempercantik perempuan Indonesia nyatanya membawa segudang pencapaian bagi Martha, sebagai individu maupun korporasi. Januari 2011 lalu, Martha Tilaar Group terpilih sebagai salah satu perusahaan role model untuk menjalankan platform Global Compact Lead inisasi Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Sebelumnya, 20 Mei 2010, Kementerian Hukum dan HAM menobatkan Dr Martha Tilaar sebagai duta pendidikan dan pelatihan ham. Konsistensinya dalam bisnis kecantikan juga memberikan Martha sejumlah penghargaan entrepreneurship.
Berbagai inovasi, Martha Tilaar Group juga melahirkan prestasi seperti PR Award untuk Kampoeng Djamoe dan sejumlah penghargaan lainnya untuk berbagai produk kosmetika inovasinya.  "Bisa menjadi role model yang diakui PBB adalah sebuah pencapaian. Selain juga meyakinkan anak muda bahwa mereka bisa mengembangkan apa saja dari lingkungannya," kata penulis sejumlah buku, yang satu di antaranya berjudul "Kecantikan Perempuan Timur" ini.

Kepedulian Martha dalam menjalankan bisnis dengan melestarikan lingkungan dan kearifan lokal, juga dilirik organisasi lingkungan. Martha berpartisipasi aktif dalam World Wild Fund Indonesia (WWF) dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) sebagai board of trustees.

Mental "djitu" menjawab tantangan
Membangun entrepreneurship harus dibekali mental "djitu", tegas perempuan yang melahirkan anak pertama di usia 42 tahun setelah 16 tahun menikah. Mental "djitu" inilah yang menguatkan bisnis dan dirinya dalam menghadapi berbagai kendala. Bagaimanapun, kesuksesan yang dinikmati saat ini bukan didapati tanpa hambatan dan tantangan. Sepanjang perjalanan, hambatan dari luar lebih menjadi kendala bisnis Martha Tilaar. Keharmonisan hubungan dalam keluarga, profesionalisme dan sikap saling menghargai yang dibangun sebagai budaya kerja melatari kesuksesan Martha Tilaar Group.

Sementara menyambut tantangan di era perdagangan bebas dengan AFTA, Martha sudah bersiap dengan berbagai inovasi. Sistem kerja sama dengan konsep franchise dipilih Martha untuk mempromosikan produk lokal ke tingkat dunia. Melalui Martha Tilaar Shop, produk lokal dari dapur riset Martha diyakini akan mendunia. Kematangan bisnis ini juga lah yang membuat Martha percaya diri  memasuki lantai bursa pada akhir 2010 lalu.  "IPO Martha Tilaar (PT Martina Berto-RED) over subsrcibe," katanya bangga.
Ke depan dana ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan riset dan pengembangan produk, pembangungan pabrik baru di Cikarang, selain juga mengembangan Martha Tilaar Shop di Asia Pasifik. "R&D perlu terus dikembangkan untuk menghasilkan produk yang bisa memenuhi kebutuhan perawatan kulit Asia. Kita jangan menjadi katak dalam tempurung," jelas Martha yang siap dan yakin dengan bisnis kecantikannya menyongsong era AFTA 2015 nanti.
Sent from Indosat BlackBerry powered by

Jumat, 01 April 2011

Robot Awan : Sejukkan Piala Dunia Qatar

Qatar University menawarkan awan robot sebagai solusi untuk mengatasi panas saat Piala Dunia 2022 kelak berlangsung di negara tersebut. Abdul Ghani, kepala insinyur mekanik dan industri Qatar University, membuat robot yang menyerupai struktur awan yang terbuat dari karbon ringan dan mengandung gas helium. 


Awan tersebut melayang layaknya helikopter dan dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk melindungi penonton. Di Lulanic Iconic Stadium, awan robot ini dapat melindungi 86.250 penonton. Ia dapat diatur agar bergerak mengikuti arah Matahari sehingga penoton di stadion tetap terlindungi. 

Awan tersebut melengkapi sistem pendingin yang sudah dirancang di stadion. Secara arsitektural, Foster and Partners sudah mendesain stadion yang memanfaatkan limpahan sinar matahari sebagai sumber listrik. Salah satunya untuk menghidupkan pendingin.
Pada saat FIFA mengumumkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Desember tahun lalu, Qatar dengan cepat bereaksi terhadap segala keragu-raguan, termasuk masalah temperatur yang tinggi. Pada musim panas, temperatur di Qatar bisa mencapai sekitar 48 derajat celsius. Selain masalah temperatur, Qatar juga dihadapkan pada masalah keamanan dari terorisme dan perlakuan terhadap wanita


sumber :  http://sains.kompas.com/read/2011/03/31/23231464/Awan.Robot.Sejukkan.Piala.Dunia.Qatar